Cilincing, Timur Tanjung Priok, Pebruari 1954
Dalam bulan Pebruari 1954 sebuah
perahu layar dengan 12 orang siswa Akademi ilmu pelayaran serta
seorang instruktur sedang mengadakan latihan mendayung di pantai
Cilincing, sebelah Timur pelabuhan Tanjung Priok di teluk Jakarta
telah menyaksikan sebuah benda yang kita sebut sebagai piring
terbang.
Pada waktu itu kira-kira pukul 11.00 - 11.30 pagi, cuaca sangat
cerah, Langit tak berawan dan matahari bersinar deengan panas
terik. Mereka tiba-tiba melihat sebuah benda bulat sebesar piring
tempat cawan dan bergantung di sebelah timur laut pada tinggi
45 derajat di atas kaki langit, dan tampak seperti cermin memantulkan
sinar matahari setelah tampak 15 detik lamanya, maka benda itu
menjadi miring sehingga akhirnya tampak dari samping saja seperti
benda yang pipih. Sementara itu warnanya yang mengkilap tadi telah
berubah menjadi garis hitam. Dari susutnya garis hitam itu, para
saksi tahu bahwa benda itu meninggalkan tempatnya dalam sekejap
mata dan hilang dari pandangan.
Data diperoleh dari buku Menyingkap Rahasia Piring Terbang karangan J. Salatun.