Yogyakarta, 1964
Informasi dikirimkan melalui email oleh Bpk. Tarique Asmedi Suripto.
Suatu sore, sekitar pk 0800, saya (waktu itu masih umur 12 tahun) lagi di halaman, tidur-tiduran dengan kakak dan adik, di atas tikar. Malam cukup pekat (tidak sedang ada bulan). Di antara ngobrol-ngobrol itu, tiba-tiba mata saya melihat ada sumber cahaya bergerak di kegelapan malam, arahnya dari tenggara ke barat laut. Kira2 muncul (terlihat oleh mataku) pada sudur sekitar 45 derajad, terus naik. Ujutnya seperti cerutu memanjang, warna hijau cemerlang, dan gerakannya tidak mulus sperti lazimnya pesawat terbang, tetapi agak bervibrasi. Kenampakan itu berlangsung lama.. bahkan sampai seisi rumah ikut keluar melibat obyek itu. Warna hijau itu tetap saja ada dan terlihat dengan jelas sampai lenyap di balik pepohonan di barat laut. Jadi kami menyaksikan itu selama lebih dari 5 menit. Cuma, waktu itu aku masih kecil, 12 tahun (1965), jadi belum ada budaya foto dan apalagi video. Ya, semua tinggal kenangan dan itu sangat membekas.
Saya masih belum tahu, gerangan
apa itu ya... Obyek sangat nyata, resolusi tinggi, saksinya lebih
dari 10 orang dan bisa disaksikan dalam waktu cukup lama. Mungkin
bila kami benar2 di lapangan, dapatlah kami melihatnya sampai
tenggelam di ufuk. Apa iya satelit? Tapi kala itu satelit belum
banyak dan mestinya pada
altitude lebih tinggi (sering juga kami lihat sebesar bintang
dan bergerak paralel dengan ekuator dan tidak menarik). Yang
kami lihat hijau benar2 dan cemerlang, panjang dan bergerak tidak
terlalu cepat.